Masalah
Salah satu masalah umum yang sering kita temui di sebuah
klinik atau rumah sakit adalah antrian. Entah antrian itu untuk konsultasi,
pemeriksaan, pengambilan obat, atau bahkan pengobatan. Meskipun lumrah, tetapi
bagi kebanyakan orang sistem antrian yang buang-buang waktu tersebut dianggap
tidak efisien.
Belum jika tenaga kesehatan yang dibutuhkan hanya tersedia
di waktu tertentu saja. Misalnya, dokter kandungan yang hanya bisa praktik saat
malam hari. Untuk memeriksa satu orang pasien biasanya dibutuhkan waktu sekitar
10-20 menit. Jadi jika banyak yang mengantri, bisa dibayangkan seberapa lama
seorang pasien atau calon pasien harus mengantri untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan.
Meskipun sudah dibahas di banyak media dan banyak
solusi-solusi muncul dari pembahasan tersebut. Ternyata antrian yang membuang
sekitar 10-15 menit waktu seseorang tersebut masih menjadi permasalahan utama.
Padahal saat berkunjung ke klinik, orang biasanya cenderung panik dan resah.
Apalagi jika mereka sedang dalam kondisi darurat. Mengantri di saat seperti itu
tentu saja akan membuat suasana hati pasien dan keluarganya semakin tidak enak.
Jika ini yang terjadi, tentu kerugian ada pada pihak klinik
dan rumah sakit. Karena kepercayaan masyarakat terhadap mereka pun akan
menurun. Meskipun mengantri merupakan hal yang tidak bisa dihindari saat kita
ingin mendapatkan pelayanan kesehatan, tapi bukan berarti kita tidak bisa
membenahi birokrasi yang ada. Lalu, bagaimana caranya agar sistem antrian di
klinik dan rumah sakit lebih baik dan efisien?
Saat ini sudah didesain sistem yang mampu untuk memanajemen
antrian sehingga memudahkan pelayanan dan lebih menertibkan pengunjung, yaitu
mesin antrian. Mesin antrian dapat mempermudah kerja dari bagian layanan
pendaftaran, selain memanajemen dalam sistem juga akan merecord aktivitas
antrian pengunjung.
Fungsi dan Cara kerja
Cara kerja dari mesin antrian sangatlah mudah untuk membantu
para pengunjung mendapatkan pelayanan yang diharapakan. Dimulai dari pertama
pengunjung datang pada sebuah service center, akan disambut oleh mesin
ticketing setelah pintu masuk untuk mengambil nomor antrian. Ticketing yang
dimiliki mesin antrian memiliki beberapa jenis, yaitu android ticketing, All in
One PC Ticketing dan KiosK Ticketing, masing-masing memiliki keunggulan.
Setelah mendapatkan nomor antrian dari mesin antrian, selanjut pengunjung
menunggu giliran untuk dipanggil berdasarkan nomor antrian. Untuk memanggil,
pihak pelayanan menggunakan software caller yang di instal pada
masing-masing PC disetiap meja pelayanan.
Alat pemanggil dalam mesin antrian dikembangkan dalam
tiga tipe, yaitu button hardware, software caller dan android. Pada
tipe hardware ini ditambahkan sebuah alat bantu untuk memanggil nomor antrian
yang sudah mengantri, tersambung menggunakan kabel LAN pada PC server yang
sudah terinstal aplikasi mesin antrian. Pemanggil lain yaitu software
caller, berupa aplikasi terinstal pada PC yang tersedia disetiap meja
pelayanan. Dengan menggunakan software caller ini memudahkan
pelayanan, karena tidak memerlukan item tambahan untuk dimeja pelayanan yang
mengakibatkan mengurangi ruang di meja kerja. Tipe pemanggil lain yaitu menggunakan
android, dengan tipe ini diharapkan memberikan kesan lebih bonafit sehingga
memiliki kesan perusahaan besar yang mengusung teknologi guna memaksimalkan
pelayanan.
Setelah pemanggil menjalankan tugasnya untuk memanggil nomor
antrian, selanjutnya tugas dari display untuk menampilkan secara visual nomor
antrian selanjutnya dan voice untuk memanggil nomor antrian. Untuk menampilkan
nomor antrian menggunakan TV LCD dengan didukung software multimedia, sehingga
tampilan nomor antrian dapat dimasukkan animasi supaya lebih menarik. Dengan
dukungan software multimedia layar LCD selain menampilkan nomor antrian juga
bisa menampilkan slide show gambar, video, berita dari suatu website, animasi
flash dan masih banyak lagi. Untuk mengurangi human error dari
pengunjung maka voice memiliki tugas selanjutnya, jadi selain secara
visual maka perlu adanya notifikasi secara audio. Dengan bantuan
fitur voice ini akan membantu untuk memberi peringatan kepada
pengunjung, sehingga lebih mudah mengetahui giliran mendapatkan pelayanan.
Manfaat
1. Menggunakan
mesin antrian menghilangkan kesan berdiri lama untuk mendapatkan pelayanan
untuk pengunjung, membuat pengunjung merasa lebih nyaman.
2. Mesin
antrian membawa asas keadilan, sehingga memberikan pelayanan bagi mereka yang
datang mengambil nomor antrian terlebih dahulu.
3. Mesin
antrian yang dikembangkan mengusung teknologi-teknologi terbaru saat ini, mulai
dari penggunaan android, LCD touchscreen, wireless conection dan masih banyak
lagi. Penggunaan fitur-fitur terbaru ini membawa kesan bahwa perusahaan
mengikuti perkembang teknologi.
Kekurangan
1. Saat
mati lampu dan hidup kembali, nomor antrian kembali ke angka 1.
2. Beberapa
tombol panggil ditekan secara hampir bersamaan mengakibatkan ada nomor yang
terlewatkan tidak terpanggil.
3. Nomor
maksimal hanya berkisar di angka tertentu (seperti 255, 99 atau 100). Tidak
memadai untuk jumlah pelanggan mencapai ribuan per hari. Bahkan tidak bisa
kembali ke angka 1 jika jumlah maksimal telah tercapai.
4. Sistem
sudah tetap tidak dapat diubah sewaktu-waktu. Tidak dapat di-upgrade. Tidak
dapat dipindahtempatkan.
Algoritma
Main program
1. Start
2. Deklarasi variable : head = sebagai awal antrian,
tail = sebagai akhir antrian,
id = sebagai variable bantu penamaan nomor,
baru = sebagai node baru,
next = sebagai node selanjutnya,
no = sebagai nomor antrian,
panggil = sebagai nomor yang dipanggil,
teller = sebagai teller yang dituju
3. Sisipkan file class/node. php
4. Sisipkan file class/linklist. php
5. Deklarasi variable session
6. Jika $_SESSION[‘que’]==null benar lanjut ke langkah 7, jika salah lanjut ke langkah 9
7. Buat objek que dari class linklist
8. Inisialisasi variable $_SESSION[‘que’]=$que
9. Jika $_POST[‘enque’] benar lanjut ke langkah 10, jika salah lanjut ke langkah 19
10. Inisialisasi variable $no=$_SESSION['que']->id+1
11. Jika $no>999 benar lanjut ke langkah 12, jika salah lanjut ke langkah 13
12. Kurangi nilai variable $no=$no-999, kembali ke langkah 11
13. Jika $no<10 benar lanjut ke langkah 14, jika salah lanjut ke langkah 15
14. Ganti nilai variable $no=”A00”. $no, lanjut ke langkah 18
15. Jika $no<100 benar lanjut ke langkah 16, jika salah lanjut ke langkah 17
16. Ganti nilai variable $no=”A0”. $no, lanjut ke langkah 18
17. Ganti nilai variable $no=”A”. $no
18. Panggil method enque dengan parameter $no dari variable session que
19. Insialisai variable $panggil=”-”
20. Insialisai variable $teller=”-”
21. Jika $_POST[‘deque’] benar lanjut ke langkah 20, jika salah lanjut ke langkah 25
22. Panggil method deque dari variable session que
23. Ganti nilai variable $panggil=$_POST['no']
24. Ganti nilai variable $teller=$_POST['teller']
25. Tampilkan form dengan method post yang berisi :
a. submit enque dengan value Ambil Antrian
26. Panggil method view dari variable session que
27. Tampilkan nilai variable $panggil
28. Tampilkan nilai variable $teller
29. Tampilkan form dengan method post yang berisi :
a. input no dengan value method getNo dari atribut head dari variable session que,
b. input teller dengan value Teller 2,
c. submit deque dengan value Panggil Antrian
30. Tampilkan form dengan method post yang berisi :
a. input no dengan value method getNo dari atribut head dari variable session que,
b. input teller dengan value Teller 1,
c. submit deque dengan value Panggil Antrian
31. End
1. Start
2. Deklarasi variable : head = sebagai awal antrian,
tail = sebagai akhir antrian,
id = sebagai variable bantu penamaan nomor,
baru = sebagai node baru,
next = sebagai node selanjutnya,
no = sebagai nomor antrian,
panggil = sebagai nomor yang dipanggil,
teller = sebagai teller yang dituju
3. Sisipkan file class/node. php
4. Sisipkan file class/linklist. php
5. Deklarasi variable session
6. Jika $_SESSION[‘que’]==null benar lanjut ke langkah 7, jika salah lanjut ke langkah 9
7. Buat objek que dari class linklist
8. Inisialisasi variable $_SESSION[‘que’]=$que
9. Jika $_POST[‘enque’] benar lanjut ke langkah 10, jika salah lanjut ke langkah 19
10. Inisialisasi variable $no=$_SESSION['que']->id+1
11. Jika $no>999 benar lanjut ke langkah 12, jika salah lanjut ke langkah 13
12. Kurangi nilai variable $no=$no-999, kembali ke langkah 11
13. Jika $no<10 benar lanjut ke langkah 14, jika salah lanjut ke langkah 15
14. Ganti nilai variable $no=”A00”. $no, lanjut ke langkah 18
15. Jika $no<100 benar lanjut ke langkah 16, jika salah lanjut ke langkah 17
16. Ganti nilai variable $no=”A0”. $no, lanjut ke langkah 18
17. Ganti nilai variable $no=”A”. $no
18. Panggil method enque dengan parameter $no dari variable session que
19. Insialisai variable $panggil=”-”
20. Insialisai variable $teller=”-”
21. Jika $_POST[‘deque’] benar lanjut ke langkah 20, jika salah lanjut ke langkah 25
22. Panggil method deque dari variable session que
23. Ganti nilai variable $panggil=$_POST['no']
24. Ganti nilai variable $teller=$_POST['teller']
25. Tampilkan form dengan method post yang berisi :
a. submit enque dengan value Ambil Antrian
26. Panggil method view dari variable session que
27. Tampilkan nilai variable $panggil
28. Tampilkan nilai variable $teller
29. Tampilkan form dengan method post yang berisi :
a. input no dengan value method getNo dari atribut head dari variable session que,
b. input teller dengan value Teller 2,
c. submit deque dengan value Panggil Antrian
30. Tampilkan form dengan method post yang berisi :
a. input no dengan value method getNo dari atribut head dari variable session que,
b. input teller dengan value Teller 1,
c. submit deque dengan value Panggil Antrian
31. End
source

Komentar
Posting Komentar