Langsung ke konten utama

Teknologi Mesin Antrian di Indonesia


Masalah
Salah satu masalah umum yang sering kita temui di sebuah klinik atau rumah sakit adalah antrian. Entah antrian itu untuk konsultasi, pemeriksaan, pengambilan obat, atau bahkan pengobatan. Meskipun lumrah, tetapi bagi kebanyakan orang sistem antrian yang buang-buang waktu tersebut dianggap tidak efisien.

Belum jika tenaga kesehatan yang dibutuhkan hanya tersedia di waktu tertentu saja. Misalnya, dokter kandungan yang hanya bisa praktik saat malam hari. Untuk memeriksa satu orang pasien biasanya dibutuhkan waktu sekitar 10-20 menit. Jadi jika banyak yang mengantri, bisa dibayangkan seberapa lama seorang pasien atau calon pasien harus mengantri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Meskipun sudah dibahas di banyak media dan banyak solusi-solusi muncul dari pembahasan tersebut. Ternyata antrian yang membuang sekitar 10-15 menit waktu seseorang tersebut masih menjadi permasalahan utama. Padahal saat berkunjung ke klinik, orang biasanya cenderung panik dan resah. Apalagi jika mereka sedang dalam kondisi darurat. Mengantri di saat seperti itu tentu saja akan membuat suasana hati pasien dan keluarganya semakin tidak enak.

Jika ini yang terjadi, tentu kerugian ada pada pihak klinik dan rumah sakit. Karena kepercayaan masyarakat terhadap mereka pun akan menurun. Meskipun mengantri merupakan hal yang tidak bisa dihindari saat kita ingin mendapatkan pelayanan kesehatan, tapi bukan berarti kita tidak bisa membenahi birokrasi yang ada. Lalu, bagaimana caranya agar sistem antrian di klinik dan rumah sakit lebih baik dan efisien?

Saat ini sudah didesain sistem yang mampu untuk memanajemen antrian sehingga memudahkan pelayanan dan lebih menertibkan pengunjung, yaitu mesin antrian. Mesin antrian dapat mempermudah kerja dari bagian layanan pendaftaran, selain memanajemen dalam sistem juga akan merecord aktivitas antrian pengunjung.


Fungsi dan Cara kerja
Cara kerja dari mesin antrian sangatlah mudah untuk membantu para pengunjung mendapatkan pelayanan yang diharapakan. Dimulai dari pertama pengunjung datang pada sebuah service center, akan disambut oleh mesin ticketing setelah pintu masuk untuk mengambil nomor antrian. Ticketing yang dimiliki mesin antrian memiliki beberapa jenis, yaitu android ticketing, All in One PC Ticketing dan KiosK Ticketing, masing-masing memiliki keunggulan. Setelah mendapatkan nomor antrian dari mesin antrian, selanjut pengunjung menunggu giliran untuk dipanggil berdasarkan nomor antrian. Untuk memanggil, pihak pelayanan menggunakan software caller yang di instal pada masing-masing PC disetiap meja pelayanan.

Alat pemanggil dalam mesin antrian dikembangkan dalam tiga tipe, yaitu button hardware, software caller dan android. Pada tipe hardware ini ditambahkan sebuah alat bantu untuk memanggil nomor antrian yang sudah mengantri, tersambung menggunakan kabel LAN pada PC server yang sudah terinstal aplikasi mesin antrian. Pemanggil lain yaitu software caller, berupa aplikasi terinstal pada PC yang tersedia disetiap meja pelayanan. Dengan menggunakan software caller ini memudahkan pelayanan, karena tidak memerlukan item tambahan untuk dimeja pelayanan yang mengakibatkan mengurangi ruang di meja kerja. Tipe pemanggil lain yaitu menggunakan android, dengan tipe ini diharapkan memberikan kesan lebih bonafit sehingga memiliki kesan perusahaan besar yang mengusung teknologi guna memaksimalkan pelayanan.




Setelah pemanggil menjalankan tugasnya untuk memanggil nomor antrian, selanjutnya tugas dari display untuk menampilkan secara visual nomor antrian selanjutnya dan voice untuk memanggil nomor antrian. Untuk menampilkan nomor antrian menggunakan TV LCD dengan didukung software multimedia, sehingga tampilan nomor antrian dapat dimasukkan animasi supaya lebih menarik. Dengan dukungan software multimedia layar LCD selain menampilkan nomor antrian juga bisa menampilkan slide show gambar, video, berita dari suatu website, animasi flash dan masih banyak lagi. Untuk mengurangi human error dari pengunjung maka voice memiliki tugas selanjutnya, jadi selain secara visual maka perlu adanya notifikasi secara audio. Dengan bantuan fitur voice ini akan membantu untuk memberi peringatan kepada pengunjung, sehingga lebih mudah mengetahui giliran mendapatkan pelayanan.


Manfaat
1. Menggunakan mesin antrian menghilangkan kesan berdiri lama untuk mendapatkan pelayanan untuk pengunjung, membuat pengunjung merasa lebih nyaman.
2.   Mesin antrian membawa asas keadilan, sehingga memberikan pelayanan bagi mereka yang datang mengambil nomor antrian terlebih dahulu.
3.    Mesin antrian yang dikembangkan mengusung teknologi-teknologi terbaru saat ini, mulai dari penggunaan android, LCD touchscreen, wireless conection dan masih banyak lagi. Penggunaan fitur-fitur terbaru ini membawa kesan bahwa perusahaan mengikuti perkembang teknologi.


Kekurangan
1.     Saat mati lampu dan hidup kembali, nomor antrian kembali ke angka 1.
2.    Beberapa tombol panggil ditekan secara hampir bersamaan mengakibatkan ada nomor yang terlewatkan tidak terpanggil.
3.    Nomor maksimal hanya berkisar di angka tertentu (seperti 255, 99 atau 100). Tidak memadai untuk jumlah pelanggan mencapai ribuan per hari. Bahkan tidak bisa kembali ke angka 1 jika jumlah maksimal telah tercapai.
4.    Sistem sudah tetap tidak dapat diubah sewaktu-waktu. Tidak dapat di-upgrade. Tidak dapat dipindahtempatkan.


Algoritma
Main program
1. Start
2. Deklarasi variable : head = sebagai awal antrian,
    tail = sebagai akhir antrian,
    id = sebagai variable bantu penamaan nomor,
    baru = sebagai node baru,
    next = sebagai node selanjutnya,
    no = sebagai nomor antrian,
    panggil = sebagai nomor yang dipanggil,
    teller = sebagai teller yang dituju
3. Sisipkan file class/node. php
4. Sisipkan file class/linklist. php
5. Deklarasi variable session
6. Jika $_SESSION[‘que’]==null benar lanjut ke langkah 7, jika salah lanjut ke langkah 9
7. Buat objek que dari class linklist
8. Inisialisasi variable $_SESSION[‘que’]=$que
9. Jika $_POST[‘enque’] benar lanjut ke langkah 10, jika salah lanjut ke langkah 19
10. Inisialisasi variable $no=$_SESSION['que']->id+1
11. Jika $no>999 benar lanjut ke langkah 12, jika salah lanjut ke langkah 13
12. Kurangi nilai variable $no=$no-999, kembali ke langkah 11
13. Jika $no<10 benar lanjut ke langkah 14, jika salah lanjut ke langkah 15
14. Ganti nilai variable $no=”A00”. $no, lanjut ke langkah 18
15. Jika $no<100 benar lanjut ke langkah 16, jika salah lanjut ke langkah 17
16. Ganti nilai variable $no=”A0”. $no, lanjut ke langkah 18
17. Ganti nilai variable $no=”A”. $no
18. Panggil method enque dengan parameter $no dari variable session que
19. Insialisai variable $panggil=”-”
20. Insialisai variable $teller=”-”
21. Jika $_POST[‘deque’] benar lanjut ke langkah 20, jika salah lanjut ke langkah 25
22. Panggil method deque dari variable session que
23. Ganti nilai variable $panggil=$_POST['no']
24. Ganti nilai variable $teller=$_POST['teller']
25. Tampilkan form dengan method post yang berisi :
      a. submit enque dengan value Ambil Antrian
26. Panggil method view dari variable session que
27. Tampilkan nilai variable $panggil
28. Tampilkan nilai variable $teller
29. Tampilkan form dengan method post yang berisi : 
      a. input no dengan value method getNo dari atribut head dari variable session que,
      b. input teller dengan value Teller 2,
      c. submit deque dengan value Panggil Antrian
30. Tampilkan form dengan method post yang berisi : 
      a. input no dengan value method getNo dari atribut head dari variable session que,
      b. input teller dengan value Teller 1,
      c. submit deque dengan value Panggil Antrian
31. End
















source

Komentar