Langsung ke konten utama

Postingan

CRITICAL REPORT JURNAL

CRITICAL REPORT Jurnal : Sistem Pakar Diagnosa Awal Penyakit Kulit Kucing Berbasis Web Menggunakan Metode Certainty Factor (Studi Kasus : Lab Klinik “Klinik Hewan Jogja”) Penulis : Tutur Larasati, M. Rudyanto Arief 1.        FIELD ESTABLISHMENT Dokter hewan spesialis kucing di Indonesia mayoritas membuka praktek di kota-kota besar saja. Sehingga tidak jarang para pemilik kucing yang terlambat memberikan penanganan pada penyakit kulit sejak gejala awal terjadi. Sistem pakar mencoba mencari solusi yang memuaskan sebagaimana yang dilakukan oleh seorang pakar, seperti memberikan penjelasan terhadap langkah yang diambil dan memberikan alasan atas saran atau kesimpulan yang ditemukannya. Dengan adanya sistem pakar ini diharapkan dapat menghasilkan informasi mengenai penyakit kulit pada kucing, cara mendiagnosa penyakit kulit pada kucing, serta cara penanganan penyakit kulit pada kucing yang harus dilakukan untuk membantu kinerja serta ketepatan diagno...
Postingan terbaru

Teknologi Mesin Antrian di Indonesia

Masalah Salah satu masalah umum yang sering kita temui di sebuah klinik atau rumah sakit adalah antrian. Entah antrian itu untuk konsultasi, pemeriksaan, pengambilan obat, atau bahkan pengobatan. Meskipun lumrah, tetapi bagi kebanyakan orang sistem antrian yang buang-buang waktu tersebut dianggap tidak efisien. Belum jika tenaga kesehatan yang dibutuhkan hanya tersedia di waktu tertentu saja. Misalnya, dokter kandungan yang hanya bisa praktik saat malam hari. Untuk memeriksa satu orang pasien biasanya dibutuhkan waktu sekitar 10-20 menit. Jadi jika banyak yang mengantri, bisa dibayangkan seberapa lama seorang pasien atau calon pasien harus mengantri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Meskipun sudah dibahas di banyak media dan banyak solusi-solusi muncul dari pembahasan tersebut. Ternyata antrian yang membuang sekitar 10-15 menit waktu seseorang tersebut masih menjadi permasalahan utama. Padahal saat berkunjung ke klinik, orang biasanya cenderung panik dan resah. Apalagi...